sideCategory1

Showing posts with label sepakbola indonesia. Show all posts
Showing posts with label sepakbola indonesia. Show all posts

Friday, 2 March 2012

Timnas kalah 10-0 lawan bahrain

Kekalahan 10-0 Indonesia dari Bahrain merupakan kekalahan terburuk skuat Merah Putih sejak 1934. Kekalahan itu memancing hujatan dari banyak pihak lewat berbagai jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook.

Keputusan PSSI yang mengirimkan para pemain U-23 harus dibayar mahal. Para pemain muda yang diharapkan mendapatkan pengalaman malah diberi hadiah pahit oleh Bahrain dengan kekalahan telak tersebut.

Ari Fahrial Syam, praktisi medis yang mengaku pendukung berat timnas itu memandang kekalahan itu bisa menimbulkan trauma berkepanjangan bagi para pemain yang tampil dalam laga melawan Bahrain itu.

"Mereka akan sulit tidur dan tidak nafsu makan. Gol-gol Bahrain, suasana di lapangan dan ketidakberdayaan untuk bisa melakukan perlawanan akan selalu menjadi mimpi buruk buat para pemain muda kita," ujar Ari.

"Kondisi stress ini akan mencetuskan stress lain yang mungkin sudah ada sebelumnya.  Apalagi jejaring sosial, media cetak dan media elektronik menghujat kekalahan ini," imbuhnya.

Karenanya, kata Ari, faktor psikologis para pemain harus menjadi perhatian para pengurus PSSI.

"Mereka harus segera didampingi psikolog bahkan mungkin psikiater agar kondisi mental mereka bisa segera bangkit dan bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia di masa depan," pungkas Ari. (OL-12)

sumber: mediaindonesia.com

Wednesday, 7 September 2011

Freddy Henry (Eddy Meeng)

Mungkin tak banyak orang tau siapa Eddy Meeng. Dan mungkin orang memang sudah lupa tentang sejarah sepakbola kota tempo dulu yang bernama Batavia.

Freddy Henry atau yang biasa disapa Eddy Meeng lahir pada 20 Desember 1908 di Pladjoekota Palembang, Sumatera Selatan. Karena ayahnya di tugaskan di pulau jawa, maka lau ia Keluarga kemudian pindah ke Jawa dan menetap di Batavia (nama kota sebelum jakarta sekarang).

Bersama dengan adiknya Frans, Eddy sangat gila sepak bola. Mereka memiliki bakat yang luar biasa dari anak-anak seusianya. Lalu pada usianya yang ketiga belas ia dan Frans bergabung dalam Asosiasi Sport Internal Administrasi (SVBB), kemudian mereka juga sempat bergabung ke klub Boys Blue, klub yang dididirikan oleh

Ribut Waidi

Ribut Waidi


Nama Ribut Waidi menjadi fenomena pada tahun 1987 fenomenal. Pemain asal kota kecil Pati (5 Desember 1962), Jawa Tengah ini menjadi pahlawan Indonesia di SEA Games. Tampil di final melawan musuh bebuyutan Malaysia, Ribut mencetak gol tunggal yang mengantarkan Indonesia meraih emas. Saat itu jutaan pasang mata menyaksikan kepiawaian Ribut dalam mengolah si kulit bundar dan menyelamatkan tim nasional di depan publiknya sendiri. Ribut pun diarak mengelilingi lapangan. Itulah kenangan yang paling tak terlupakan bagi Ribut. Saat lagu Indonesia