sideCategory1

Sunday, 25 December 2011

Taman Sari 241211

Hari ini bisa dikatakan hari yang sangat membosankan. Dari pagi sampai jam 12 siang saya hanya dikamar mengerjakan sesuatu yang entah kapan q dapat menikmatinya mungkin tidak besok atau lusa tapi aku percaya suatu saat yang aku kerjakan bakal bermanfaat bagiku dan sukur buat orang-orang disekitarku.tapi setelah q sampai ditempat ini semua rasa itu terobati dan hilang entah kemana dan semoga gak balik lagi...

Langsung saja begini ceritanya,

Saturday, 17 December 2011

Kejujuran..

Hari ini ahirnya ia bercerita semuanya setelah lumayan lama tidak sempat bercerita. Entah emang ingin bercerita atau karena terpaksa tapi jujur saya salut dengan pengakuanya.
Jujur emang terkadang memeng sangat berat tapi memang lebih baik disampaikan sendiri daripada orang lain yang memberi tau.

Jadi teringat pesan ibu kepadaq saat kecil dulu "kintuo, dimanapun kamu berada nanti tanamkanlah selalu kejujuran enak kok orang jujur itu". biarpun ada pepatah usang yang mengatakan "jujur = hancur" tapi semua itu dengan mudahnya tertepis dipemikiranku mungkin karna ibuku selalu menanamkan kejujuran didiriku sejak kecil.

Friday, 9 December 2011

Hari ini

Hari ini saya tau apa yang belum saya tau selama ini. Bahwa ternyata tanggal 30 jadi saya nggak penasaran lagi dan semoga ini bisa mengklarifikasi keadaan yang sebenarnya terjadi sehingga tidak menimbulkan sesuatu dikemudian hari.

Wednesday, 7 September 2011

Freddy Henry (Eddy Meeng)

Mungkin tak banyak orang tau siapa Eddy Meeng. Dan mungkin orang memang sudah lupa tentang sejarah sepakbola kota tempo dulu yang bernama Batavia.

Freddy Henry atau yang biasa disapa Eddy Meeng lahir pada 20 Desember 1908 di Pladjoekota Palembang, Sumatera Selatan. Karena ayahnya di tugaskan di pulau jawa, maka lau ia Keluarga kemudian pindah ke Jawa dan menetap di Batavia (nama kota sebelum jakarta sekarang).

Bersama dengan adiknya Frans, Eddy sangat gila sepak bola. Mereka memiliki bakat yang luar biasa dari anak-anak seusianya. Lalu pada usianya yang ketiga belas ia dan Frans bergabung dalam Asosiasi Sport Internal Administrasi (SVBB), kemudian mereka juga sempat bergabung ke klub Boys Blue, klub yang dididirikan oleh

Ribut Waidi

Ribut Waidi


Nama Ribut Waidi menjadi fenomena pada tahun 1987 fenomenal. Pemain asal kota kecil Pati (5 Desember 1962), Jawa Tengah ini menjadi pahlawan Indonesia di SEA Games. Tampil di final melawan musuh bebuyutan Malaysia, Ribut mencetak gol tunggal yang mengantarkan Indonesia meraih emas. Saat itu jutaan pasang mata menyaksikan kepiawaian Ribut dalam mengolah si kulit bundar dan menyelamatkan tim nasional di depan publiknya sendiri. Ribut pun diarak mengelilingi lapangan. Itulah kenangan yang paling tak terlupakan bagi Ribut. Saat lagu Indonesia